Tidak ada senja kala untuk kolonialisme dan rasisme. Keduanya masih dipraktikkan hingga kini, termasuk lewat model pembangunan yang mendiskriminasi warga lokal. Baca selengkapnya di sini?

PERISTIWA >

BACA JUGA >

iklanspot_img

BANYAK DIBACA >

Tangis Histeris Anak Usia Empat Tahun di Sikka yang Ibunya Diseret ke Bui oleh Korporasi Gereja Katolik 

Dua perempuan dari delapan warga adat yang dipenjara harus meninggalkan anak-anak mereka

Ini Baru Gembala yang Baik. Kami Tunggu Tindak Lanjut; Warga Flores-Lembata Bicara Surat Gembala Para Uskup yang Tolak Proyek Geotermal

Tanpa langkah konkret, surat gembala itu sama dengan propaganda omong kosong, kata warga

Kritik Rencana Prabowo Bentuk Kopdes Merah Putih, Akademisi Anggap Upaya Pelemahan Kedaulatan yang Bertentangan dengan UU Desa

Melalui koperasi ini, negara menempatkan desa hanya sebagai objek dan lokasi proyek, kata akademisi

PILIHAN EDITOR >

Sementara Flores menjadi lahan investasi pariwisata yang menguntungkan bagi para pemodal, warga lokal kehilangan kepemilikan, akses dan manfaat dari sumber-sumber daya alam yang sudah dikuasai oleh pebisnis dengan bantuan aparat negara. Baca artikel lengkapnya dengan klik di sini!

LIPUTAN KHUSUS >

Krisis Air di TPI Labuan Bajo, Potret Ketimpangan Akses Sumber Daya di Kota Pariwisata ‘Super-Premium’

Warga harus selalu membeli air, sementara pemerintah saling lempar tanggung jawab

Seri Liputan "Panas Dingin Proyek Strategis Nasional di Pulau Panas Bumi"

Kami merekam cerita dari warga di empat lokasi proyek geothermal di ‘Pulau Panas Bumi’ Flores; Sokoria, Matoloko, Wae Sano dan Poco Leok. Selengkapnya klik di sini!

Rapor Pendidikan Meningkat, Kepala SMP Negeri di Manggarai Sebut Buah dari Kolaborasi Antarelemen

Pembenahan dilakukan secara bertahap dan penyusunan program sekolah berbasis data